Sabtu, 14 Agustus 2010

MAU DAPET MODEM GRATIS?

Lomba by Admin

Share pengalaman pribadi kamu setelah membaca "RAHIM: Sebuah Dongeng Kehidupan" karya Fahd Djibran. Bisa cerita tentang apa saja; pengalaman menarik, pengalaman menyentuh, pengalaman mengharukan, pengalaman lucu, atau apapun. Tulislah jadi catatan Facebook atau posting blog. Tag kepada sebanyak mungkin orang dan sebarkan "pengalaman kebaikan" kamu kepada sebanyak mungkin orang. Tulisan maksimal 2 halaman, kirimkan ke e-mail rahimsemesta@gmail.com beserta link blog atau catatan FB kamu. Tulisan diposting dan dikirim ke email kami paling lambat tanggal 31 Agustus 2010. Satu tulisan yang paling "personal" berhak mendapatkan modem HUAWEI seharga IDR 500.000 persembahan dari Wellcomm. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 September 2010. :)

Ayo, sebarkan kebaikan ini kepada sebanyak mungkin orang. :)

Kepedulian Rahim Semesta

Jumat, 13 Agustus 2010

Setelah Membaca RAHIM

by Ivan Deathlover

Di satu sisi kututup buku ini dngan tersenyum... Novel ini berbicara kebijaksanaan tanpa perlu sok suci... Menjelaskan proses kehamilan tanpa terjebak dalam gaya jurnal ilmiah... Mengajarkan Filsafat kehidupan tanpa membuat kening berkerut

"...Lakukanlah dan buat Raja Semesta bangga." (hal 221) Membaca bagian ini tiba-tiba membuat konsep 'Pahala & Dosa' menjadi seperti 'Permen & Cambuk'... interesting!

Di sisi lain kututup novel ini dengan hati remuk... Aku Ingin Pulang! Mencium tangan ibuku dan memeluk badannya yang takkan pernah menjadi gemuk. Duduk di pusara ayahku...

Sekarang, setelah membaca novel ini, aku hanya bisa duduk... tercenung.

RAHIM

Resensi

Judul Buku : Rahim
Penulis : Fahd Djibran
Penerbit : Goodfaith Production
Cetakan : Pertama, Juni 2010
Harga : Rp. 60.000,-
Peresensi : Swistien Kustantyana


Jarang sekali kita benar-benar memikirkan apa yang sebetulnya terjadi pada seorang janin di dalam rahim perempuan. Yang kita pedulikan selama ini hanyalah fakta bahwa seorang perempuan yang sedang hamil harus menjaga kesehatannya karena di dalamnya hidup seorang bayi. Kita tak pernah benar-benar berpikir apa yang terjadi di dalam sana.

Namun demikian, seorang Fahd Djibran yang memang sudah terkenal dengan kekritisannya sebagai seorang penulis muda, mampu membukakan mata (hati) kita melalui buku terbarunya yang berjudul RAHIM. RAHIM adalah sebuah buku dongeng yang mengisahkan hidup seorang janin sejak hanya berupa embrio hingga lahir ke dunia. Yang membuat dongeng ini menarik adalah cara penuturannya yang cerdas dengan menyertakan berlapis-lapis cerita melalui beberapa karakter.

Imajinasi penulis patut diacungi jempol dengan munculnya tokoh Dakka Madakka yang berprofesi sebagai Pengabar Berita dari Alam Rahim. Dongeng tentang Dakka sendiri sudah begitu menarik karena dilengkapi dengan pernak-pernik aturan Kerajaan Semesta dan juga kehidupan pribadinya bersama Maria. Kepiawaian penulis dalam berimajinasi terbukti lagi melalui tokoh-tokoh lain seperti Kucing yang Bisa Berbicara, Ikan Mas yang Bekerja Sebagai Koki, Amadeus, Aynu si Gadis Buta Penunjuk Jalan, Profesor Waktu, Nenek Olav dan Mahavatara.

Melalui buku ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk lebih menghargai hidup dan memahami kesucian rahim. Dengan bentuk dongeng, diharapkan pembaca akan lebih `nyaman` saat membaca ketimbang disodori khotbah tentang hidup dan rahim. Nantinya, setelah memiliki sebuah pemahaman tentang hidup, janin dan aborsi, diharapkan pembaca akan meneruskan pesan kebaikan yang sudah dimulai oleh sang penulis.

Terlepas dari isi dan pesan sang penulis yang sudah ditulis dengan apik dalam buku ini, RAHIM terkesan `berat` dengan 319 halaman. Ilustrasi yang terlalu banyak justru mematikan imajinasi pembaca. Font yang terlalu besar dan jarak yang begitu renggang dan juga lebar di setiap halaman membuat ketebalan buku ini terkesan dipaksakan. Padahal sampul RAHIM sudah begitu apik. Jika saja font dan spasi tak dipaksakan, malah dibuat minimalis, buku ini akan lebih handy. Orang awam yang tak begitu suka membaca pun tak akan `takut` dengan tebalnya buku ini dan tak akan kuatir dengan harganya yang pasti bisa lebih murah.

Sabtu, 31 Juli 2010

MINI-GATHERING RAHIM SEMESTA

Posted by Admin

Teman-teman,

Sabtu, 7 Agustus 2010, saya dan beberapa orang teman seide akan mengadakan mini-gathering pertama untuk KEPEDULIAN RAHIM SEMESTA. Acara tersebut akan dihadiri para wartawan, selebritis, aktivis perbukuan, penulis, blogger, aktivis perempuan, perwakilan LSM, dll. Hanya acara kecil. Sederhana saja. Kita akan berkumpul dan mendiskusikan sesuatu—tapi santai kok. Saya hanya mengundang teman dalam jumlah terbatas, hanya akan ada 20 orang yang hadir dalam acara tersebut. Nah, saat ini saya sedang mencari 8 (delapan) orang pembaca RAHIM untuk turut hadir dalam acara tersebut—turut menjadi bagian utama dalam KEPEDULIAN RAHIM SEMESTA tahap pertama.

Kalian berkesempatan hadir dalam mini-gathering tersebut setelah mendapatkan undangan resmi dari KEA dan GoodFaith Production. Kalian bisa menjadi bagian dari kami yang akan memulai sebuah gelombang kepedulian; KEPEDULIAN RAHIM SEMESTA.

Bagaimana caranya?

Kriteria:

  1. Berusia minimal 17 tahun dan maksimal 30 tahun.
  2. Kirimkan CV lengkap kamu ke e-mail rahimsemesta@gmail.com
  3. Buatlah tulisan tentang mengapa kamu tertarik mengikuti Kepedulian Rahim Semesta. Maksimal 1 halaman saja, jangan terlalu panjang. Tulisan ini berisi minat dan kepedulian kamu, serta apa yang akan kamu lakukan.
  4. Kalau kamu sudah pernah membaca RAHIM, ceritakan kesan/komentar kamu tentang buku tersebut dan apa yang akan kamu lakukan (bentuk review/resensi akan menjadi nilai tambah).
  5. Ceritakan komunitas yang kamu ikuti (bisa teman nongkrong atau teman kuliah) dan apa yang mungkin kamu lakukan untuk mengajak/mempengaruhi teman-temanmu menyebarkan pesan kebaikan Kepedulian Rahim Semesta. Kalau kamu punya blog, ceritakan juga apa yang akan kamu lakukan di blog.

Dateline:
Saya tunggu sampai tanggal 4 Agustus 2010 pukul 21.00 WIB. Tanggal 5 Agustus 2010 sudah kami umumkan siapa yang akan kami undang ke acara tersebut. :)

Keterangan tambahan:
Acara ini akan diselenggarakan di sebuah café di Jakarta. Jadi kami akan mengutamakan calon udangan yang berasal dari daerah Jabodetabek.

Fasilitas:
Acara ini gratis. Kami menyediakan makan dan konsumsi gratis untuk para undangan dan beberapa souvenir dan buku menarik dari KEA dan GoodFaith Production—juga kesempatan untuk bertemu teman-teman lain yang memiliki kepedulian yang sama denganmu. Kami tidak menyediakan transportasi (dateng sendiri, nggak dijemput). Jadi, kalau ada peserta di luar Jabodetabek yang berkeinginan untuk ikutan, biaya transportasi silakan ditanggung sendiri. :)

Kontak:
Nita Taufik (kurniaesa.script@gmail.com atau rahimsemesta@gmail.com)


Salam,
Fahd Djibran

Powered by: KEA Script Agency and Author Management & GOODFAITH Production
Media Partner: women.kapanlagi.com

Senin, 26 Juli 2010

Cianjur, Nantikan Workshop dan Soft Launching 'Rahim'

Berita Kapanlagi.com

KapanLagi.com - Jadi mengapa kisah ini penting untuk kuceritakan padamu? Agar kau lebih menghargai hidup. Menghargai setiap tarikan nafas menghargai apa pun yang dianugerahkan Raja semesta pada mu kau bayi yang beruntung memiliki orang tua yang baik dan mengasihimu kau beruntung memiliki hidup.

Dan pada saatnya nanti, mungkin kau akan memiliki seorang anak yang bersemayam di rahim suci perempuanmu. Bila saat itu datang apapun alasanmu kumohon jangan biarkan para penghuni kerajaan alam rahim bersedih dan terluka lagi. Jangan sekalipun kau berfikir untuk menggugurkan kandungannya atau malah melakukannya jangan menodai kesucian rahim perempuanmu jangan lakukan itu kumohon. Asal kau tahu Rahim adalah nama lain dari Raja semesta.

Membaca secuplik paragraf di atas tentunya membuat Anda penasaran dan mengernyitkan dahi, siapakah gerangan penulis paragraf yang menyentuh itu? Adalah Fahd Djibran, dilahirkan di Cianjur, Jawa Barat, 1986 silam. Memiliki ketertarikan pada dunia tulis menulis sejak kecil dan menelurkan beberapa judul buku di antaranya KUCING, BEING A SUPERSTAR,REVOLUSI SEKOLAH, INSOMNIA-AMNESIA: CATATAN MAHASISWA INSOMNIA BAGI BANGSA YANG AMNESIA, dan masih banyak lagi.

Kali ini ia menghadirkan inspirasi bagi para wanita Indonesia, di mana sebuah buku yang dekat sekali dengan dunia wanita ditelurkannya. RAHIM: SEBUAH DONGENG KEHIDUPAN, demikian judulnya tertulis. Merupakan sebuah kepedulian dan rasa kekagumannya terhadap proses kehamilan yang luar biasa, di mana diibaratkan rahim wanita layaknya sebuah dunia. Dikemas dalam bentuk dongeng yang ringan untuk dibaca.

Dikatakan oleh Fahd, sang penulis, pembaca RAHIM menemukan sebuah pengalaman baru tatkala membaca bukunya, "Ada yang mengaku tersiksa semaleman karena harus repot nyari tissu tengah malem gara-gara nangis terus baca RAHIM. Ada pembaca pertama perempuan yang perokok, setelah baca RAHIM, dia memutuskan untuk berhenti merokok karena takut merusak Alam Rahim di rahimnya. Ada pembaca yang bertahun-tahun tidak pulang menemui orang tuanya, langsung memutuskan untuk pulang menemui orang tuanya. Ada pembaca yang nggak mau menikah karena berbagai alasan, tiba-tiba mengutarakan keinginannya untuk menikah. Ada yang sudah lama marahan sama ayahnya, ingin mengakhiri hubungan buruk mereka dan saling memaafkan," ungkap Fahd, kepada Woman.

Kedengarannya menarik bukan? Bagi Anda yang tergelitik penasaran, Fahd Djibran akan mengadakan workshop menulis kreatif dan soft launching RAHIM di kota-kota Indonesia. Ikuti workshop dan soft launching bersama Fahd Djibran, Sabtu 31 Juli 2010 pukul 08.00 hingga selesai di Gedung Dewan Kesenian Cianjur.

Informasi lebih lanjut, hubungi Yusuf Gigan di nomor (087) 820656384 atau giganyusuf@yahoo.co.id (wo/bee)

Sumber: http://woman.kapanlagi.com/hot-event/5163-cianjur-nantikan-workshop-dan-soft-launching-rahim.html

Rahim Menginspirasi Wanita Indonesia

interview with woman.kapanlagi.com

KapanLagi.com - Fahd Pahdepie, sosok pria kelahiran Cianjur, 22 Agustus 1986 yang ramah ini, bagi sebagian orang tentu sudah tidak asing, apalagi bila Anda adalah sosok yang gemar membaca buku. Ya, benar, pria yang lebih populer dengan nama Fahd Djibran ini sempat menelurkan beberapa novel, di antaranya KUCING, BEING A SUPERSTAR,REVOLUSI SEKOLAH, INSOMNIA-AMNESIA: CATATAN MAHASISWA INSOMNIA BAGI BANGSA YANG AMNESIA, dan masih banyak lagi. Baru-baru ini, Fahd menelurkan sebuah buku dongeng berjudul RAHIM: SEBUAH DONGENG KEHIDUPAN, dan tak mau ketinggalan, Woman sempat mencuri waktu Fahd untuk menceritakan sebagian kecil inspirasi dari buku yang wajib dibaca ini. Yuk, ikuti cerita Fahd di balik buku RAHIM.

Fahd dan inspirasi tulisan

Woman: "Sejak kapan sih kamu suka menulis?"
Fahd: "Suka menulis sebenarnya sejak kecil, puisi pertamaku dimuat di PeeR Kecil (suplemen anak koran Pikiran Rakyat di Bandung) waktu aku masih kelas 3 SD. Sejak itu jadi suka menulis, sesekali ikut lomba-lomba. Sering kalah, beberapa kali menang. (tertawa). Tapi mulai serius menulis mungkin sejak SMA; sejak punya hobi menulis surat (cinta). Dulu sms dan internet belum merajalela, surat menjadi medium paling asyik untuk mengekspresikan perasaan dan gagasan."

Woman: "Ada nggak yang pernah protes tentang hobby menulis kamu?"
Fahd: "Rasanya nggak ada. Orang tua dan orang-orang terdekatku mendukung. Cuma, waktu SMA karena sering nulis hal-hal yang berbau kritik pada sekolah, aku pernah dipanggil kepala sekolah, diprotes dan diancam agar tak menulis lagi. Tapi orang yang suka baca tulisanku lebih banyak daripada kepala sekolah (kepala sekolah cuma 1). Cerita lengkap tentang ini aku tulis jadi buku, judulnya Revolusi Sekolah dan diterbitkan penerbit DAR!Mizan. Buku itu ditulis waktu masih kelas 3 SMA."

Woman: "Di usia kamu yang masih muda, kamu cukup produktif menghasilkan tulisan. Memangnya, dari mana sih inspirasi tulisan kamu?"
Fahd: "Dari mana saja. Hasil ngobrol atau diskusi dengan orang, cerita orang, menonton film, jalan-jalan, pergi ke mal, ke gunung, ke pasar, ke mesjid, ke mana saja, tapi terutama dari membaca buku-buku."

Woman: "Lantas, apa yang bikin kamu semangat menulis?"
Fahd: "Aku sering bilang gini, menulis adalah 'kesadaran sejarah'. Tulisan membuat pikiran dan perasaan jadi abadi, melintasi ruang dan waktu. Mungkin Einstein atau Newton sudah meninggal puluhan tahun lalu, tetapi kita masih bisa menengok gagasan dan pikirannya hingga saat ini. Pablo Neruda atau Chairil Anwar mungkin sudah tiada, tapi kita bisa mengetahui perasaan mereka tentang sesuatu dari apa yang mereka tuliskan. Scripta manent verba volant, kata pepatah Latin, apa yang terucap akan pergi bersama angin sedangkan apa yang tertulis akan abadi. Waktu sekolah aku suka ke perpustakaan dan membaca buku-buku. Aku membaca buku apa saja. Aku jadi tahu apa yang dipikirkan Soekarno muda saat ia berusia 30 tahun, aku tahu apa yang dipikirkan Natsir muda, lewat buku-buku mereka. Tapi sialnya, aku tak tahu apa yang dipikirkan kakekku ketika ia masih muda. Kita hanya bertemu sebentar dan beliau keburu meninggal. Apa masalahnya? Usut punya usut, ternyata masalahnya satu: Soekarno dan Natsir menulis, sementara kakekku tidak. Kakek tak sempat meninggalkan selembar pun tulisan buat penerusnya. Akhirnya, aku lebih mengenal siapa Soekarno, siapa Natsir, siapa Hatta, siapa Marx, siapa Borges, daripada kakekku sendiri. Lalu, apa yang bikin aku semangat menulis? Kelak, kalau sudah tua dan meninggal, aku nggak mau cucuku lebih mengenal orang lain daripada kakeknya sendiri. Cucuku, paling tidak, harus tahu apa yang dipikirkan kakeknya ketika dia masih muda. Itulah kesadaran sejarah."


Rahim, sebuah inspirasi dari 'makhluk Mars' Woman: "Dari mana sih bisa menulis RAHIM ini?"
Fahd: Sebenarnya sudah sejak lama aku pengin nulis novel, tapi belum kesampaian. Riset-riset dan berbagai bahan sudah dikumpulkan sejak lama, tapi bingung mau menulis apa untuk novel. Lagi pula aku pengin novel yang berbeda, novel yang nggak biasa dan jarang ditulis penulis lainnya di Indonesia—tema maupun gayanya. Kenapa akhirnya RAHIM? Empat bulan setelah pernikahanku, istriku dinyatakan positif hamil. Aku senang bukan main. Lalu aku membayangkan ingin berkomunikasi dengan janin anakku di dalam rahim istriku dengan apa yang aku pikirkan sekarang. Tapi kan nggak bisa. Makanya aku menuliskannya, dongeng untuk anakku sendiri yang kelak bisa ia baca kalau sudah besar. Nak, seolah-olah aku ingin bilang begitu, inilah yang dipikirkan ayahmu tentang apa yang terjadi di alam rahim saat kau dinyatakan ada di rahim ibumu. Awalnya begitu. Tapi rupanya idenya berkembang, akhirnya aku tuliskan menjadi sebuah novel yang bisa dibaca siapa saja. Anak-anak maupun orang dewasa. Aku lebih senang menyebutnya dongeng ketimbang novel. Tujuan yang lain: istriku nggak suka baca, ia hanya mau baca tulisanku, entah kenapa (tertawa). Nah, aku pikir istriku harus tahu tahap-tahap apa saja yang terjadi di setiap fase pertumbuhan janin di rahimnya (secara ilmiah-kedokteran)… agar dia mau baca itu, aku buatkan dongeng ini untuknya..."

Woman: "Kamu adalah seorang pria, tetapi mengapa justru memilih topik soal RAHIM yang notabene dunia wanita, bukan dunia pria?"
Fahd: "Aku nggak setuju ya kalo rahim itu hanya soal dunia wanita, rahim adalah dunia siapa saja. Perempuan atau laki-laki. Oh ya, aku lebih suka dengan kata 'perempuan' ketimbang kata 'wanita'. Jadi aku akan sebut 'perempuan'. Setiap orang pernah ada di sana selama kurang lebih 9 bulan sebelum terlahir di dunia. Jadi, itulah yang ingin aku ceritakan, ingatkan, dan maknai. Ada yang kita lupakan dari semua itu. Sesuatu yang penting, tonggak pertama perjalanan hidup kita. Bagiku, 'rahim' bukan sekadar 'organ' di tubuh perempuan—lebih dari itu, rahim adalah rumah suci pertama tempat Tuhan menitipkan kasih sayangnya berupa hidup pada kita semua."

Woman: "Selama penyelesaian buku RAHIM ini adakah kejadian lucu dan unik yang terjadi?"
Fahd: "Kejadian lucu mungkin nggak ada ya, mungkin lupa, tapi kejadian unik ada. Setelah naskah RAHIM jadi draft pertama, ceritanya aku bagikan pada beberapa pembaca pertama (dibantu sama manajemenku juga, KEA). Nah, respon para pembaca pertama ini unik-unik. Ada yang mengaku tersiksa semaleman karena harus repot nyari tissu tengah malem gara-gara nangis terus baca RAHIM. Ada pembaca pertama perempuan yang perokok, setelah baca RAHIM, dia memutuskan untuk berhenti merokok karena takut merusak Alam Rahim di rahimnya. Ada pembaca yang bertahun-tahun tidak pulang menemui orang tuanya, langsung memutuskan untuk pulang menemui orang tuanya. Ada pembaca yang nggak mau menikah karena berbagai alasan, tiba-tiba mengutarakan keinginannya untuk menikah. Ada yang sudah lama marahan sama ayahnya, ingin mengakhiri hubungan buruk mereka dan saling memaafkan.

Woman: "Apa pendapat bang Fahd tentang para Ibu yang tidak memperlakukan buah hatinya dengan baik, sejak dalam kandungan hingga lahir?"
Fahd: "Nah, ini yang membuatku miris. Para ibu seperti ini harus diberi pengertian. Mungkin mereka nggak tahu bahwa 'perlakuan', 'sikap', 'perkataan';, dan segala hal yang ia lakukan semasa hamil sangat mempengaruhi perkembangan bayinya. Ini juga jadi salah satu alasanku menulis RAHIM, harus lebih banyak orang yang diberitahu bahwa kehamilan bukan sekadar konsekuensi reproduktif dari sebuah relasi seksual, tetapi 'seluruh kehidupan' yang dititipkan Tuhan di rahim suci seorang perempuan. Kehidupan itu adalah kasih sayang tuhan. Ya, kasih sayang, dalam bahasa Arab itu disebut rahim. Itulah mengapa nama lain Tuhan juga Ar-Rahim, Sang Maha Penyayang. Di sini, aku berkesimpulan, mereka yang menyia-nyiakan kehamilan adalah mereka yang menyia-nyiakan hidup, menyia-nyiakan Tuhan. Tapi itu hanya pendapat, boleh setuju boleh juga enggak."

Woman: "Pesan apa sih yang sebenarnya ingin kamu sampaikan lewat buku RAHIM ini?"
Fahd: "Itu tadi, aku sudah sebutkan di atas. Rahim adalah nama lain dari Hidup, dari Tuhan. Kita harus benar-benar menjaga kesakralannya. Caranya, jangan main-main dengan rahim suci perempuanmu! Sekarang banyak anak muda melakukan seks bebas dan dengan mudah melakukan aborsi, aku ingin katakan di buku ini: jangan lakukan itu. Sekarang 115 ribu bayi terbunuh setiap hari, artinya ada 42 juta bayi korban aborsi setiap tahun. Andai kita bisa lebih menghargai hidup, memahami kesucian rahim, itu semua tak akan terjadi. Kita akan bisa menjaga sikap dan perilaku. Ada sebagian orang menganggap cita-citaku ini naif. Aku bilang, biar saja. Aku tetap menganggap pesan ini penting untuk di sampaikan. Sebenarnya ada satu lagi. Aku curiga saja, jangan-jangan relasi buruk orang-tua anak atau sebaliknya, adalah muasal dari banyak petaka yang ada; kebobrokan moral, eskaliasi kekerasan, eskalasi kejahatan, dan seterusnya. Seperti dikatakan Rasulullah dalam sebuah hadits. Aku membayangkan sebuah situasi di mana setiap anggota keluarga memiliki hubungan yang baik satu sama lain (ayah dengan ibu, orang tua dengan anak, kakak dengan adik, dan seterusnya), aku yakin keburukan akan bisa kita tolak, setidaknya kita minimalisir."


Bagian menarik dari RAHIM Woman: "Dari mana inspirasi tokoh-tokoh seperti Tuan Kucing yang Bisa Berbicara, Ikan Mas yang Bekerja Sebagai Koki, Amadeus, Aynu Si Gadis Buta Penunjuk Jalan, Profesor Waktu, Nenek Olav, dan Mahavatara. Mengapa harus mereka? Adakah cerita di balik pemilihan tokoh tersebut?"
Fahd: "Wah, dari mana ya? Yang jelas, karena ini dongeng aku merasa perlu menghadirkan tokoh yang unik dan imajinatif. Ada beberapa pengaruh dari cerita-cerita dongeng yang aku baca juga. Tetapi setiap karakter aku buat seimajinatif mungkin dan sebenarnya memiliki makna tersendiri. Misalnya Aynu si Gadis Buta. Aynu dalam bahasa arab artinya mata. Aku sebenarnya ingin menunjuk pada situasi mata yang buta. Punya mata tetapi tak bisa melihat. Kita semua sering seperti itu. Mata kita nggak berfungsi dengan baik saat harus melihat kebenaran. Misalnya, mengapa kita menilai seseorang hanya sebatas dari yang kita lihat di permukaannya; pakaiannya, penampilannya, dan lainnya. Yang nggak jarang membuat kita tertipu. Kita seperti orang buta. Nah, setiap tokoh punya maknanya sendiri. Coba cari tahu artinya dalam bahasa lain atau asosiasikan dengan tokoh lain, karakter binatang, dan seterusnya. Pasti ketemu. Aku sengaja membuatnya begitu. Kalau aku tafsirkan di sini jadi nggak seru lagi. Silakan temukan maknanya sendiri."

Woman: "Apa yang ingin kamu sampaikan khususnya pada ibu kamu saat ini?"
Fahd: "Ibuku, tentang sikapku, tentang salahku, tentang sifatku, dan segala hal dalam hidupku yang bersinggungan denganmu, terima kasih dan maaf. Kaulah kecintaanku, perempuan yang akan kusayangi sampai aku mati." Sebagaimana yang aku tulis di RAHIM.

Woman: "Bagian mana dari buku RAHIM yang paling kamu suka?"
Fahd: "Aku menangis saat menuliskan bab Ibu dan Ayah. Ketika menuliskannya, aku sangat emosional. Konon, para pembaca juga menangis saat membaca dua bab ini. Aku hanya ingin bilang, aku pun menangis saat menuliskannya. Aku percaya sebuah teori; apa yang datang dari hati akan sampai ke hati. Tapi, kalau ditanya bab mana yang paling aku sukai? Aku suka bab yang menceritakan pertemuan si bayi dengan Mahavatara, bab berjudul Persiapan. Kenapa? Temukan sendiri jawabannya. Bacalah RAHIM. Temukan maknanya." (wo/bee)

sumber:
http://woman.kapanlagi.com/inspiring/people-we-love/5157-rahim-bang-fahd-menginspirasi-wanita-indonesia.html

Minggu, 18 Juli 2010

Apakah Rahim Sudah Tersedia di Kotamu

Menurut pihak penerbit dan distributor, ini dia laporan keberadaan Rahim:

  1. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi – Sudah tersedia di semua toko buku.
  2. Bandung – Sudah tersedia di semua toko buku.
  3. Yogyakarta – Sudah tersedia di Gramedia Malioboro Mall dan Gramedia Sudirman.
  4. Surabaya – Sudah tersedia di Kertoarjo, yang lain menyusul. :)
  5. Surakarta – Sudah tersedia, masul 16 Juli 2010.
  6. Semarang – Sudah tersedia di Pandanaran dan Java Supermall, masuk 16 Juli 2010.
  7. Bandar Lampung – Sudah tersedia, masuk 17 Juli 2010.
  8. Malang – Sudah masuk toko 17 Juli 2010, besok (18 Juli 2010) sudah terdisplay.

Untuk daerah lain segera di-update lagi. Mohon kabarnya juga dari kalian semua ya. Kalo belum tersedia di kotamu, beritahu kami ya. :)

Bagi kalian yang nama kotanya belum tersebut dan ingin segera mendapatkan Rahim, bisa segera beli online di inibuku.com atau kirim e-mail pesanan ke kurniaesa.script@gmail.com

Salam,
KEA